Postingan

Surat untuk Seseorang yang Tidak Perlu Menjadi Milikku

Ada tulisan yang kutulis bukan untuk dibaca banyak orang, tapi untuk merapikan isi kepalaku sendiri. Ini salah satunya. Aku memutuskan membaginya karena mungkin ada yang sedang berada di tempat yang mirip, dan siapa tahu ada satu-dua kalimat yang berguna. Untuk kamu, yang mungkin membaca ini: nggak perlu dijawab, dan nggak perlu dipikirin harus bilang apa. Anggap aja aku lagi ngobrol denganmu, seperti biasa. Bukan karena aku ingin mendapatkan jawaban tertentu darimu, tapi karena aku merasa ada beberapa hal yang lebih baik disampaikan dengan jujur daripada terus kusimpan dan kutafsirkan sendiri. Aku pengen bilang: makasih ya.

10 Oktober 2024, Aku Patah Hati.

nowplaying: Fortune Cookie Yang Mencinta - JKT48 Sebenernya gak patah hati sih. Tapi ada hubungannya sama lagu yang di atas. Terutama di bagian lirik ini: Walaupun diri ini menyukaimu Kamu s'perti tak tertarik kepadaku Siap patah hati kesekian kalinya... Semuanya berawal dari sebuah proyek yang gue kerjakan di daerah Jakarta Barat. Gue mulai in charge di proyek ini, mungkin sekitar Januari 2023. Dapet tugas untuk ngerjain area lobby interior dari gedung ini. Jadilah gue hadir di proyek ini, paling enggak seminggu sekali, untuk ikut rapat mingguan koordinasi, sekaligus sambil update pekerjaan dari gedung ini. Di proyek ini, gue satu tim dengan kantor konsultan lain, dan disitu lah, gue melihat sosok perempuan ini. Seorang arsitek senior, yang ikut serta hadir di hampir setiap rapat mingguan ini. Awalnya, gue takut banget buat berinteraksi maupun mengobrol dengan perempuan ini. Secara, kantor gue isinya cowok semua. Jadi agak gak biasa untuk ngobrol sama cewek, lebih lagi interaksi. ...

Jadi, Gue Putusin Stop Main Sosmed Seminggu, dan Ini yang Gue Rasain

Gambar
Oke, minggu lalu gue ngelakuin hal yang agak ekstrem: ngapusin Instagram dan Twitter dari HP. Kalo kalian nanya kenapa, jawaban awal gue cuma, "Ya pengen aja sih. Kayak buang-buang waktu aja buka sosmed mulu." Memang bener sih, buang-buang waktu banget. Bangun tidur, mandi, buka HP liat sosmed. Di kantor, lagi capek, buka sosmed. Pulang kantor, buka sosmed. Sampe di rumah, siap-siap tidur, buka sosmed. Kayak hidup gue kayak bergantung sama sosmed. Padahal saat itu, gue mikir, "nggak juga, ah."  Akhirnya gue mutusin buat ngilangin akses gue sepenuhnya ke Instagram dan Twitter. Caranya? Selain ngapusin aplikasinya, gue juga bikin HP gue gak bisa akses web instagram.com dan twitter.com. Gak cuma itu, gue juga pasang extension browser di laptop pribadi dan kantor, supaya gak bisa akses website Instagram dan Twitter. Jadi, bener-bener gak bisa ngakses walaupun gue mau. Soalnya ribet ngebalikinnya, hahaha. Ngomong-ngomong, salah satu alasan gue ngapusin sosmed juga gara-g...

Belajar menulis untuk belajar berpikir.

Gambar
Gue punya otak yang melilit. Banyak hal yang lewat di kepala, selama gue bekerja, belajar dan hidup sehari-hari. Hal ini kadang mengganggu. Terutama mengganggu fokus, mengganggu saat presentasi dan mengganggu saat gue berinteraksi dengan orang lain. Gue sering menemukan diri gue mengulang kata-kata, dan itu sangat tidak efektif. Kalau gue dengar lagi cara gue berbicara, sangat-sangat tidak baik. Tapi gue merasa harus memperbaiki ini. Salah satunya dengan cara belajar menulis.   Gue dulu suka nulis. Menulis juga jadi hal yang biasa gue lakukan karena gue sering membaca. Meskipun buku yang gue baca seringnya buku Raditya Dika. But it helps so much . Saat ini di 2023, semua itu mulai berkurang.  Gue makin berkurang membaca, makin gak bisa menulis, sampai tulisan ini pun kacau parah banget. I need to relearn how to write . Why ?   I stumbled upon Kevin Anggara's podcast about himself and his love in writing . Video ini sih isinya tentang bahasan konten kreator, tapi ada bagia...

Bukan 'Bisa', tapi 'Mencoba'

Ada satu hal yang gue sadari beberapa hari kebelakang. Tentang diri ini dan mindset yang selama ini gua miliki. Sebagai catatan, gue gak tau apakah mindset ini tepat gue miliki, atau sebenarnya justru memperburuk kondisi gue. Nevetheless, here's the thought. Gue bukan bisa berbagai macam hal, gue mencoba. Sebuah pemikiran yang sebenarnya, sudah dijelaskan oleh kerabat terdekat gue, namun gue malah tidak melihat hal itu dengan jelas. Tanpa menjadi kepedean, gue merasa ada beberapa hal yang memang bisa gue lakukan secara mudah, ada juga beberapa hal yang gue kesulitan melakukannya. Salah satu yang gue sulit adalah mendesain. Hal ini tergambar jelas dari bertahun-tahun kuliah Arsitektur tapi gak sama sekali memiliki perkembangan yang signifikan. Dengan kesulitan yang muncul, juga ditambah kondisi keluarga saat itu, gue jadi lulus kuliah di tahun ke-5. Gue pun sejatinya gak masalah dengan hal itu, tapi kadang jadi buah pikiran aja. Jadi saat sekarang gue terjun ke dunia Arsitektur dan ...

Kopi dan Ekstasi untuk dipaksa produksi dan relaksasi

​Enggak, gue gak bener-bener konsumsi obat-obatan terlarang, tapi suplemen dan doping yang gue konsumsi seakan bersifat seperti itu, karena tujuannya untuk membuat gue semakin produktif dan kreatif. Perjalanan gue dengan produktivitas udah bermula sejak jaman kuliah. Dulu, pas mau begadang, gue bener-bener kepengen ada yang membantu gue biar gak ngantuk dan tetep bisa kerja, mengejar deadline dengan lancar, terlepas dari episod depresif yang gue alami saat itu. Dari situ, gue mulai melakukan riset pribadi tentang berbagai jenis zat, mulai dari kafein, taurin, dan omega-3. Pada saat kuliah, gue memilih mengkonsumsi kafein dan taurin melalui minuman berenergi (semacam Kratingdaeng atau Red Bull). Kayaknya di postingan masa gue kuliah, gue juga sempat menceritakan perjalanan ini. Tapi malah saat itu, bukannya gue jadi melek, malah ngantuk dan gak kerja. Emang aneh ini badan ya, hahaha. Tapi ternyata obat begadang yang paling mujarab adalah kesadaran bahwa besok, kerjaan ini harus selesai....

How things work.

I'm curious about the world and how things work. Kalimat di atas gue tulis saat memperbaiki CV, beberapa hari yang lalu. Sebuah kalimat yang, pada hari ini, kayaknya gue sadari merupakan kunci dari seluruh permasalahan gue selama ini, dan kunci jawaban dari soal "Apa sebenarnya passion gue?" Gue coba untuk melihat progress gue di 7 bulan ini. Kapan hari, gue sempet berbincang sama salah satu kolega gue, yang sama-sama masuk di waktu yang sama. Kita sharing tentang apa yang gue rasakan disini, dan seperti biasa, dia memberikan beberapa nasihat ke gue. Sampai suatu waktu dia berkata, "Kok gue lihat lo tuh emang suka ngulik ya, To? Kayak, kalau soal penggunaan aplikasi (SketchUp, AutoCAD, atau 3ds Max + Corona Renderer) tuh cepet banget belajarnya. Langsung pesat gitu gatau kenapa. Tapi kalau soal desain, kayak lama banget gitu progresnya." Omongan dia bener juga. Gue selama ini merasa terbantu banget soal penggunaan aplikasi. Tugas pertama pas gue masuk itu bantu ...