10 Oktober 2024, Aku Patah Hati.
nowplaying: Fortune Cookie Yang Mencinta - JKT48
Sebenernya gak patah hati sih. Tapi ada hubungannya sama lagu yang di atas. Terutama di bagian lirik ini:
Walaupun diri ini menyukaimu
Kamu s'perti tak tertarik kepadaku
Siap patah hati kesekian kalinya...
Semuanya berawal dari sebuah proyek yang gue kerjakan di daerah Jakarta Barat. Gue mulai in charge di proyek ini, mungkin sekitar Januari 2023. Dapet tugas untuk ngerjain area lobby interior dari gedung ini. Jadilah gue hadir di proyek ini, paling enggak seminggu sekali, untuk ikut rapat mingguan koordinasi, sekaligus sambil update pekerjaan dari gedung ini.
Di proyek ini, gue satu tim dengan kantor konsultan lain, dan disitu lah, gue melihat sosok perempuan ini. Seorang arsitek senior, yang ikut serta hadir di hampir setiap rapat mingguan ini.
Awalnya, gue takut banget buat berinteraksi maupun mengobrol dengan perempuan ini. Secara, kantor gue isinya cowok semua. Jadi agak gak biasa untuk ngobrol sama cewek, lebih lagi interaksi. Jadi bawaannya gak enakan.
Untungnya, bulan Juni 2023, gedung ini Topping Off. Harusnya, yang datang ke meeting ini, ada temen gue, arsitek dari kantor gue ini, dan arsitek-arsitek dari kantor sebelah. Entah kenapa, hari itu, yang dateng cuma gue sendiri, dan perempuan ini. Disitulah, titik awal gue mulai berani ngobrol dan nanya-nanya ke dia. Gue jadi tau beberapa hal tentang dia.
Sudah kerja 5 tahun di kantornya, tinggalnya di Bekasi, ngekos deket kantor biar gak bolak balik, terlampau jauh di atas gue umurnya. Kuliah angkatan 2013, sementara gue angkatan 2016. Parasnya manis, suaranya agak ngebass, keliatan beliau ini perempuan yang sangat rapih pih pih.
Sejak dari itu, tiap weekly meeting jadi mulai agak luwes. Gue juga jadi kenal dengan senior-senior dia. Mulai deket, mulai akrab (sama seniornya), jadi mulai bisa bercanda-canda juga. Kebetulan, temen arsitek sekaligus mentor gue di proyek ini, juga tipikal yang gampang bercanda dan cengengesan. Makanya suasanya makin lama makin cair.
Sejujurnya, gue pun gak tau sejak kapan, tapi kok kayaknya makin lama obrolan ini makin aja. Emang sih, beliau ini orang yang sangat friendly nan ramah. Jadinya diajak bercanda kayak apapun ya enak aja gitu.
Oh, ternyata sejak Oktober 2023. Kayaknya waktu itu ada kunjungan dari siapa, terus kita, akhirnya kunjungan dan foto rame-rame. Dari situ, akhirnya ngobrol, akhirnya follow-follow an IG, dan obrolan dari situ kayaknya jadi agak ngalir aja.
Eh, desember dia ditarik sama pihak owner. Jadi udah ga pernah ketemu di rapat mingguan lagi. Dan kebetulan, di bulan itu, rapat mingguan udah selesai juga.
Untungnya, selain di proyek gedung, gue juga incharge di bagian interior kantornya. Jadi, masih ada kemungkinan untuk ketemu dia; entah di rapat mingguan proyek, ataupun kalau lagi main ke kantor owner.
Rapat mingguan interior pun berjalan, dan gue jadi makin sering ketemu dia. Karena banyak ketemu orang baru, dan dia orang yang termasuk familiar, jadilah gue lebih sering ngobrol sama dia ketimbang yang lain.
Gue jadi makin tau dia di fase ini (mungkin sebelumnya juga sudah ya). Dia bucing, budak kucing. Orangnya menggemaskan, kadang kalau udah sok imut tuh, jadi beneran imut. Jadi agak kontradiktif dengan suaranya yang agak ngebass, malah jadi terdengar cantik. Seperti orangnya.
Damn, kayaknya gue mulai jatuh cinta.
Sampai-sampai nih ya, pas temen arsitek ini mau menikah, gue sampai minta tolong untuk undang beliau. Dan ternyata, beliau datang! Meskipun agak telat, tapi tetap datang. Gue pun datang, bela-belain ke Bandung, nginep di sana H-1, supaya gak telat.
Nah, dari tadi ceritanya tuh udah naik terus, kan? Ini dia momen patah hatinya.
Ternyata, beliau datang dari keluarga berkecukupan. Mobilnya BMW! Gila banget. Ini kayak jadi semacam patah hati pertama, karena gue adalah seseorang yang percaya untuk berhubungan dengan orang yang setara dalam pikiran, ekonomi, keluarga. Memang, belum untuk ke jenjang yang serius, tapi kayaknya, agak minder aja, karena ini jadi kayak langit dan bumi, tapi dalam konteks ekonomi.
Patah hati kedua, saat salah satu tim pengawas proyek, menjodohkan dia dengan pria lain di proyek lain. Kata pengawas ini, "pertama kali saya liat mbak, saya udah kepikiran 'wah, kayaknya cocok ya sama si anu..'"
Mendengar itu di depan mata tuh, rasanya agak sakit dan patah hati. Karena sebenarnya disini tuh, jadi terbuka banyak hal: Dia orang yang high maintenance, udah cantik, kaya raya, ya pastinya perlu pasangan yang cakep juga. Lalu, kesadaran kalau gue ini termasuk pria tunarupa, a.k.a jelek secara tampilan. Udah kulit hitam gelap, badang gemuk obesitas, muka biasa-biasa aja. Kayak segala minus ada semua disini.
Persis kayak lirik lagu ini:
Meski cewek bilang pria ideal
Yang punya kepribadian baik
Penampilan itu menguntungkan
Selalu hanya pria tampan saja
Yang 'kan dipilih menjadi nomor satu.
...
Dan akhirnya, kemarin, 10 oktober 2024. Adalah patah hati terakhir gue. Kemarin, adalah hari checklist terakhir dari proyek interior yang gue handle. Dari pagi sih, gue nggak terlalu mikirin dia. Karena emang gue hadir kesana secara professional--untuk benar-benar melakukan pekerjaan checklist. Baru di malam hari, gue ketemu sama dia.
Sebelum checklist, entah kenapa hari itu, lagi harinya gue punya rasa yang menggebu-gebu. Akhirnya, gue cuma bisa bilang begini.
"Anyway, kalau misalnya ada cara komunikasi saya, yang agak membuat tidak nyaman, tolong diingetin ya."
dan dibalas dengan
"Aman mas, aku tidak baperan kok."
Tapi disini, kok gue yang baperan ya? Hahaha...
Lanjut checklist bareng beliau, gelagat beliau mulai agak mulai.... apa ya. Luwes? Iseng? Dengan menabrakkan diri ke gue. Mungkin juga itu hal kecil yang gak disengaja. Tapi itu, jadi titik gue untuk mulai berani iseng juga ke dia. Akhirnya di malam itu, suasana jadi cair, dan kita checklist dengan haha hihi juga.
Singkat cerita, kegiatan checklist selesai. Kita pun melakukan ritual foto bareng setelah berlembur-lembur malam di site. Saat waktunya turun, gue juga mulai memberanikan diri untuk duduk lebih dekat (meskipun, sebelumnya juga sering duduk dekat). Kita pun berpisah, dengan gue pulang menggunakan taksi, juga dia dengan taksinya. Untungnya karena supir taksi gue sudah info kalau gak punya emoney, akhirnya gue pinjem kartunya dia, yang gue berjanji, akan gue kembalikan.
Di perjalanan, gue baru sadar, ini jadi titik patah hatinya. Karena proyek ini selesai. Proyek gue bersama owner ini. Selesai 100%. Sudah tidak ada lagi yang akan membuat gue hadir di proyek ini. Silaturahmi gue di proyek ini, selesai.
Selesai.
Gue pun sedih. Sedih karena, disaat situasi mulai membaik, dan suasana mulai mendekat, malah dijauhkan karena keadaan. Semakin renggang, dan semakin menjadi aneh apabila mengobrol untuk sesuatu hal yang nggak penting. Karena pada akhirnya, dia owner, saya vendor.
Dan itulah, momen dimana gue rasa, dan semoga ya, seperti akhir dari lirik lagu ini.
Dunia ini 'kan dipenuhi oleh cinta
Esok hari akan berhembus angin yang baru
Yang membuat kita terlupa akan hal yang menyedihkan
Pada akhirnya, emang harus merelakan, dan bisa menjaga hati untuk gak patah hati lagi nantinya. Nggak mau jadi orang yang mengganggu buat dia, dan berdoa untuk kesuksesannya aja.
Amin.
Semoga, bisa ketemu lagi, ya?
Sekalian tak kembalikan emoneynya, beserta segelas kopi Tuku untuk menemani harimu.
Amiin. Amiin. Amiiin.
Komentar
Posting Komentar