Mimpi

​Jam 7 pagi.

Gue baru bangun tidur, ambil handuk dan masuk kamar mandi. Tidur malam ini, meskipun melelahkan, namun menyenangkan karena ada seseorang yang masuk di mimpi.

Bukan, bukan Ayah ataupun teman yang sudah lebih dulu berpulang. Melainkan seseorang.

Mimpi semalam cukup menyenangkan.

Banyak obrolan, banyak cerita, banyak dekapan dan banyak sandaran. Rasanya semua beban di pundak beberapa hari ini, tersalurkan begitu saja.

Namun..

Itu ya cuma mimpi. Bukan sifat sebenarnya dari seseorang itu. Bukan kejadian yang benar-benar terjadi. Entah belum, atau tidak akan pernah terjadi. Kita tidak pernah tau.

Pada akhirnya, mimpi yang menyenangkan ini, menjadi semacam pertanda.

Pertanda kalau sebenarnya, bayangan, imajinasi, dan fantasi akan dia lah yang gue idamkan, rasakan dan harapkan.

Bukan realitanya.

Kalau begini, kapan mau mulai menerima dan menjalani realita, bahwa hidup tak seindah pikiran fana?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Meracik Teh Ala Gue Itu

10 Oktober 2024, Aku Patah Hati.

How things work.