I'm broke.

I'm broke.

Gak ada kalimat lain yang bisa menjelaskan kondisi gue saat ini selain kalimat tersebut. Sekarang, gue ngerasa kayak hidup di ujung tanduk. Bener deh.

Kondisi keuangan gue sama nyokap lagi jelek-jeleknya. Gak ada pemasukan dari kontrakan yang ditinggal bokap bikin pusing, hari ini mau makan apa. Nyokap sampai harus minjam uang ke koperasi. Uang darurat gue juga udah habis sama sekali, karena waktu itu beli-beli macem-macem dan juga bantu bayar-bayar pengeluaran.

Setiap hari gue berjuang bekerja di biro desain, untuk dapat gaji, yang dimana gaji itu hilang begitu aja di hari pertama diterima. Sebagian untuk bayar uang kos di Surabaya yang masih berjalan sampai hari ini, karena barang-barang dan mobil masih ada di sana. Sebagian besar untuk transport; bensin dan tol. Sebagian lagi untuk bayar asuransi kesehatan pribadi. Udah gak cukup untuk apa-apa lagi. Gak bisa bantu bayar listrik, bantu bayar internet, dll.

Semakin hari di kantor, semakin gue merasa lelah, capek, frustasi. Tapi balik lagi, no excuse. Seperti postingan sebelumnya, itu harus gue jalani.

Sekarang pertanyaannya, kenapa gue jalanin, kan? Kenapa gue kerja, kenapa gue berjuang?

Ya, untuk hidup, pada akhirnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Meracik Teh Ala Gue Itu

10 Oktober 2024, Aku Patah Hati.

How things work.