Memandang Kebawah

Gue bukan orang kaya.

Bukan orang yang punya harta berlimpah, bisa beli barang apapun yg gue suka dan punya koneksi dan teman yang kaya raya juga.

Tapi gue juga nggak miskin.

Gue masih punya rumah, mobil, komputer, laptop, baju bagus, makanan setiap harinya, kulkas, kompor, gas 12 Kg, webcam, alat DJ, skateboard, dll.

Tapi dari dulu, gue gak pengen merasa jadi orang kaya.

Gua gak pengen makan harus di restoran mewah, hotel berbintang 5, setiap hari ke kafe untuk minum kopi seharga 50ribu satu gelasnya, atau yang lain. Dalam konteks ini, gue gak pengen meninggikan diri.

Gue lebih suka merendah.

Ada mobil, peninggalan alm. Bokap. Bisa makan mewah sekali, besoknya makan tahu tempe. Komputer laptop dan baju bukan barang mahal. Begitu lah pokoknya.

Gua bisa pesen gofood, tapi makan di warteg pun gak masalah. Kopi gak harus mahal, yang gocengan pun udah bikin melek. Pulang kantor naik mobil, tapi bayar pajak aja ditunda-tunda nunggu ada duitnya.

Pada intinya gue gak pengen terlena dengan kenyamanan yang gue punya. Gaji UMR yang gue punya pun udah banyak buat gue; meskipun sebenernya gak cukup untuk bayar segalamacem pengeluaran setiap bulannya. Pada akhirnya, meskipun gue bersyukur karena masih dibantu oleh orang tua, gue pengen mengurangi beban yang mereka tempu; dengan bertanggung-jawab dengan diri sendiri dan kehidupan diri sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Meracik Teh Ala Gue Itu

10 Oktober 2024, Aku Patah Hati.

How things work.