Truly Happy
Gue pengen truly happy.
Alasan utama gue berhenti jadi konten kreator.
Gue merasa capek kalau harus berpura-pura bahagia di depan kamera hanya untuk membuat karya untuk orang lain.
Memang masalah yang gue punya adalah tentang mencintai diri sendiri.
Gue benci diri gue sendiri.
Benci.
Ingin rasanya menjadi egois, membuat hal-hal apapun untuk kepentingan diri gue sendiri dan keinginan gue sendiri.
Tapi entah mengapa, parameter kebahagiaan gue selalu dari orang lain. Kalau apa yang gue bikin, ternyata bikin orang lain seneng, dan disukai sama orang lain, gue jadi seneng.
Jadi sekarang, PR gue semacam ada dua: meraih kebahagiaan itu, dan juga meraih ketenangan hidup.
Buat gue, dunia udah terlalu rumit dan terlalu mencekam untuk ditinggali. Tinggal menunggu waktu, sampai gue bisa hidup dengan tenang; dan pergi dari dunia ini dengan tenang pula.
Kapan ya, hidup tenang?
Komentar
Posting Komentar