Normalitas

Gue pengen kasih tau sesuatu. Sesuatu yang sebenernya gue lama banget pendem dan semacam aib.

Gue gak normal.

Iya, you see it right. Gue gak normal.

Haters will say "Gak normal apanya? Biasa aja ah."

Gini, gue coba jelasin.

Badan gue gak normal. Buat yang kenal gue, bentuk badan gue emang rada-rada aneh. Gendutnya tuh juga nauzubillah gitu. 

Muka gue juga rada gak normal. Gak tau kenapa, aneh aja ngeliat gue versi non cermin. Kayak rada jelek gitu.

Kulit gue juga gak normal. Rada item kusam gitu. Gak item manis kayak orang Timur atau putih kayak orang cina. 

Rambut juga. Di usia 23 tahun ini, rambut gue juga mulai pada rontok. Terakhir potong rambut aja gue disaranin untuk pakai produk penumbuh rambut.

Otak gue gak normal. Selama lebih dari 5 tahun gue merasa ada hal yang gak bener di badan gue dan gue gak tau apa. Hal-hal yang menyebabkan gue gampang lelah, males, pengennya cepet, dll.

Juga sikap gue gak normal. Dibuktikan dengan masalah sebelumnya yang gue jelaskan di post sebelum ini. 

Juga punya orangtua yang gak normal. Nyokap gue, menyebalkan.


Kenapa gue tiba-tiba pengen nulis ini? Ngebahas tentang hal yang gue anggap normal dan ketidak normalan gue?

Karena ada sebuah video di TikTok tentang dua orang yang saling bertemu padahal kenal online. Juga banyak video TikTok lainnya; video mesra, seksi, pintar, rajin, dll.

Setelah melihat video TikTok malam ini, gue berpikir.

Gue, mengejar kenormalan hidup. 

Banyak hal yang gue gak rasakan dalam hidup. Banyak yang gue sepertinya tidak dapat rasakan di masa depan nanti. Semua terasa abu-abu dan gue merasa seperti virus yang berada di inang; berbeda. 

Ya mau gimana; gapapa;

Gua cuma bisa berharap suatu hari nanti akan merasakan kenormalan, meskipun hanya satu hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Meracik Teh Ala Gue Itu

10 Oktober 2024, Aku Patah Hati.

How things work.