Gue Mau Mulai Ngeblog Lagi, Tapi Kali Ini Lebih Jujur
Baru aja gue selesai nyicil baca buku-nya Larry King dalam melatih speaking. Hari ini bacaan gue udah sampai tahap bicara satu lawan satu sama bicara sosial, meskipun yang sosal masih sedikit. Sementara ini yang gue pelajari ya kalau mau ngomong lancar ya harus jujur sama diri sendiri, harus terbuka juga sama orang atau pendengar, dan ya tetap bicara aja. Ada sih sedikit yang gue pelajari tentang bicara sosial, tapi nggak relevan deh sama apa yang mau gue tulis sekarang.
Sekarang emang mau nulis apa? Ya gue rasa, gue harus mengubah cara gue "berkarya." Selama ini, gue rasa gue kurang jujur sama diri sendiri. Gue terlalu mikirin harus bagus, harus rapih dan professional, dan sebagainya. Padahal, bisa jadi, dengan begitu, gue malah jadi gak jujur sama diri sendiri. Akhirnya gue gak ada progress.
Ketidak jujuran gue sama diri sendiri bikin gue terganggu sama yang lain-lain. Bicara terganggu, nulis terganggu, berkarya terganggu, bersikap terganggu, bahkan sampai berpikir aja terganggu. Capek ya nggak jujur itu?
Oh iya balik ke soal penulisan, gue pengen mulai sekarang jalanin blog ini lagi. Gue pengen jujur sama diri sendiri. Gue pengen nulis sesuatu yang emang pengen gue tulis. Yang awalnya setiap nulis gue harus mikirin matang-matang konsepnya, sekarang mah enggak usah terlalu dipikir. Nanti juga rapih sendiri, iya gak?
Gue juga kepikiran, selama ini proyek-proyek yang gue lakukan gak selesai mungkin karena gue juga gak jujur sama diri sendiri. Kuliah gue terhambat karena gue gak bisa jujur sama dosen pembimbing gue. Pun beliau juga kesulitan komunikasi sama gue. Gue nggak ngelanjutin Iterasi Film, sebuah platform review film karena gue harus konsepin banget tuh media. Harus rapih pih pih. Susah. Terus ada lagi dulu kerjaan masa SMA (sama sih akun IG juga) yang gak lanjut karena kelamaan mikirin konten. Padahal tadi gue kepikiran, mencoba sekuat tenaga jadi "terlihat professional" itu berbeda sama jadi professional beneran. Padahal juga, siapa tau kalau gue review film ala gue, nggak terlalu dipikir dan dibawa enjoy aja, siapa tau cara gue lah yang jadi "the next professional"? Toh GadgetIn aja kayaknya bisa sangat humble bawain review HP-nya dan jadi YouTuber Teknologi nomor satu di Indonesia. Wah.
Jujur sama diri sendiri. Suatu hal yang gue pengen banget lakukan. Meskipun susah banget karena tuntutan keluarga (baca:Mamah) yang susahnya bukan main. Tapi gak apa-apa, dituntut boleh, capek jangan.
Tadinya malah postingan blog ini gak akan berjudul. Cuma tanggal aja. Tapi ternyata setelah jadi, gue jadi berpikir: mungkin ada judul lain? Dengan topik tulisan kali ini ya tentang kejujuran sama diri sendiri.
Yang akhirnya gue tulis judul aja apa adanya.
Gitu sih yang pengen gue tulis. Gue gak berharap banyak ada yang baca, karena selama ini pun gue merasa hidup di bawah bayangan (ya, gue sebenernya shy shy cat pengen jadi terkenal) dalam bersosial media, jadi sans aja. Ehehe.
Tapi kalau pun kalian baca, makasih ya. Tunggu tulisan gue berikutnya boleh, enggak ya gapapa.
Makasih udah baca. Doain gue ya, gue bisa makin jujur sama diri sendiri. Cheers.
PS. Ayah gue telah meninggal dunia 22 Maret 2020 silam. Untuk Dhito yang baca ini nanti, tulis tentang Ayah, yuk? Tapi jujur aja sama diri sendiri nanti. Pokoknya jujur, biar hati tenang. Kayak sekarang. Hehe.
Setuju. Jujur itu emang penting bgt dlm hidup. Semangat berkarya ya Dito.
BalasHapusTerima kasih!
HapusNgomong-ngomong, ketemu blog ini darimana ya?