Kami Hanya Butuh Dukungan

Anak kecil harusnya bahagia

Tulisan gue kali ini ter picu dari (rasa malas-nya gue mengerjakan tugas yang sudah terlambat dikumpulkan serta) video yang dibuat oleh seorang YouTube Creator yang bernama Agung Hapsah. Mungkin kalian bisa tonton dulu video-nya di bawah.



Alasan gue menulis posting ini, karena gue merasa hal yang dibicarakan sama Agung itu benar semua. Kita semua berawal dari enggak bisa, dan lama-lama menjadi bisa. Gue mendukung itu, karena gue juga, pernah ada di posisi itu.

Zaman SMP adalah zaman dimana gue mulai membaca buku, membaca novel, dan menemukan se-onggok reaksi tanah bernama Raditya Dika. Buku Radit yang pertama gue baca itu buku berjudul Radikus Makankakus, yang gue dapatkan karena ada diskon di bazar buku sekolah gue dulu dan karena ada temen gue yang bilang kalau buku-bukunya Radit itu lucu. Saat itu gue beli bukunya dan gue baca seharian. Benar aja, bukunya lucu banget yang membuat gue mencari lebih dalam tentang Raditya Dika. Bertemulah gue dengan buku Kambing Jantan.

Buat pembaca gue yang enggak tau, buku KambingJantan itu buku yang ditulis dengan gaya blog (karena memang buku itu dicetak dari blognya sendiri). Dengan otak seorang anak SMP, yang ngeliat Radit bisa menulis blog dan berhasil menghasilkan uang dari buku-buku itu, membuat gue pengin menulis blog. Alhasil gue pulang, gue buka web blogger, dan mendaftarkan blog baru dengan alamat blogtanto.blogspot.com. Masalah pun muncul setelah itu. Gue bingung mau nulis apa.

Gue benar-benar enggak mengerti saat itu gue mau menulis apa. Gue punya cerita lucu juga enggak, ingat dulu pernah mengalami hal lucu juga enggak, gue pun bengong di depan komputer selama satu jam lebih. Tapi, saat itu gue enggak peduli. Gue tetap harus menulis saat itu. Akhirnya gue tulis tentang perkenalan dari seorang gue.

Artikel pertama gue bisa kalian baca disini.

Gue peringatkan sebelum kalian baca. Ah, sudah terlanjur kalian baca. Jelek banget kan? BANGET. Itu tulisan blog yang paling enggak jelas, yang paling absurd dan membuang waktu (iya, maaf ya waktu kalian terbuang untuk membaca posting itu). Tapi kenyataannya apa?

Teman-teman gue yang membaca posting itu, setelah gue sebar di dinding facebook gue, justru memberikan apresiasi kecil di bagian komentar. Bahkan ada yang bilang ke gue untuk harus menulis lebih banyak lagi. Aneh, bukan?

Tapi itu yang namanya dukungan.

Selain menulis blog, gue juga suka main musik. Dulu gue punya teman main gitar bareng yang namanya Azmi. Kami dipertemukan (kok romantis banget ya kesannya) karena rumah gue sama SD tempat dia sekolah itu dekat, dan topik itulah yang muncul saat pertama kali aku bertemu dengannya.

Maaf random. Lanjut.

Kebetulan kami sama-sama suka Depapepe, salah satu musisi instrumental gitar yang lagu-lagunya nikmat didengarkan, dan kami saat itu pengin main lagu itu di salah satu acara kecil di sekolah.

Beberapa hari sebelum hari penampilan, gue ajak Azmi main ke rumah untuk latihan lagu itu. Gue memilih bagian chord (karena tangan gue enggak bisa main melodi dengan cepat) dan dia bagian melodi. Gue cetak partitur dari lagu itu dan gue kasih ke dia. Di rumah gue, kami latihan berkali-kali mempersiapkan diri untuk penampilan. Tiba-tiba gue ingat akan video yang dibuat oleh Benakribo disini:



Gue jadi pengin buat bikin video dan di-upload ke YouTube juga. Gue ambil lah kamera gue yang jelek, yang cuma bisa merekam video dengan resolusi 360p.

Gue datangi dia yang lagi minum air putih di sofa dan gue ngomong "Mi, kita iseng bikin video kaya Depapepe yuk."

Azmi menelan air putihnya. Terus dia keselek. "Serius? Terus kita upload itu di YouTube?"

"Nah, tuh lu tau. Itu mending di-lap dulu deh" kata gue sambil menunjuk celananya yang basah.

Dia mengambil kertas tisu dan langsung mengelap celananya. Terus kami rekam video itu langsung. Kalian tonton sendiri aja ya video-nya di bawah.



Iya tau, video-nya jelek. Gue mainnya banyak yang berantakan, salah main, tapi kami saat itu sangat percaya bahwa ini yang kami ingin lakukan. Kami pun puas akan hasilnya. Meskipun singkat cerita, penampilan kami juga tidak sempurna. Saat itu, video ini sudah kami anggap sempurna. Kami pun mengapresiasi diri kami sendiri.

Itu yang namanya dukungan.

Melihat kembali keadaan gue sekarang, gue sadar. Blog gue sudah tembus empat puluh lima ribu pembaca lebih meskipun gue sudah lama enggak menulis lagi. Video-video yang gue bikin di YouTube juga sudah meningkat kualitasnya. Dengan keadaan Indonesia saat ini terhadap para pemula-pemula di YouTube maupun dimanapun, gue jadi bertanya ke diri gue sendiri:

Apa gue akan seperti ini apabila mereka tidak mendukung saya saat itu?

Entahlah. Memang bukan sebuah pertanyaan yang harus dijawab, namun bisa dipikirkan dan direnungkan.

Mungkin segini dulu yang gue tulis, gue harap dengan tulisan yang tidak populer ini, bisa membawa efek yang luas bagi siapa saja yang membutuhkan.

Pesan untuk semua YouTuber maupun pembuat konten pemula, jangan menyerah. Tetap lakukan apa yang ingin kalian lakukan dan teruslah belajar. Kalian akan kaget apabila 5 atau 10 tahun lagi melihat kebelakang dan sejauh apa kalian sudah berkembang.

Sekian dari gue! VIVAT!

Komentar

  1. Yup, intinya beri support, jangan beri bully-an. Mereka hanyalah anak kecil yang perlu disemangati sebetulnya. Semoga saja mereka kuat hadapi semua haters yak. Wkwkwk. Salut sama mereka!

    BalasHapus
  2. semua nya di mulai dari 0 gak ada yang instant
    doziealvisyah.com

    BalasHapus
  3. Bener banget, jangankan sama orang luar, gua dari dulu udah sering banget di hujat sama adek gua sendiri, bilang kalo yang gua lakuin "ga jelas" "ga ada manfaatnya" "jelek" "apaan sih" pokoknya yang bikin hati kita ancur gitu, tapi itu cuma sepanjang lidah mereka, abis itu mereka ya ga bisa ngapa-ngapain juga, yang ada malah ngeliatin karya kita juga haha intinya orang itu akan di hujat sebelum dikenal, dan dirangkul ketika mereka dikenal.

    mampir juga ya! diansaurs.blogspot.com

    BalasHapus
  4. Gue percaya banget proses, jadi sampe sekarang gue masih menikmati itu, urusan hasil, kalo kita bisa konsisten dan terus mengembangkan nanti juga terihat beda dengan hasil sebelum-sebelumnya. Gue jaman SMP mana bisa maen gitar sejago lu di video itu, bisa kord dasar aja pas SMA hahaha. Btw, itu link postingan pertama lo kayaknya salah. Semangat terus, bro!

    BalasHapus
  5. Gue ingat kata panji "Karya itu bertumbuh" dan yang terpenting menurut gue tetap berkarya karna setiap disetiap karya yang kita buat sejatinya kita sedang belajar. Btw salam kenal :D ane juga baru belajar nge blog. Salam :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Meracik Teh Ala Gue Itu

10 Oktober 2024, Aku Patah Hati.

How things work.