It's All About Movie - Day 9 #1Day1Dream

Oke kali ini gue pengen ngomongin impian gue #2: Jadi filmmaker dan businessman.

Gue suka banget sama dunia Filmmaking. Gak ada yang bisa menghalangi gue dalam menekuni bidang ini. Kenapa bisa sih? Begini ceritanya.

Suatu waktu, kelas 4 SD. Gue sedang berada di ruang musik, dan sedang membereskan perlatan musik, sembari menunggu untuk mengikuti ekskul Taekwondo. Kemudian, gue didatengin sama 3 orang saat itu: Mika, Doni, dan Bowo. Disini, karena gue orangnya terbuang gitu, jadinya gue sering kena bullying dari ketiga teman gue ini.

One day, nama gue bakalan tertulis di clapperboard ini. (source: lessonbucket.com)


Saat itu, gue disuruh masuk ke lemari kaca (agak besar karena untuk nyimpan alat-alat musik) yang kosong. Tiba-tiba, pintunya diganjel sama plastik (kaya kunci kamar mandi) jadinya gue gak bisa keluar. Gue disana sebel banget, dan gak bisa ngapa-ngapain. Cuma bisa gedar gedor kaca doang. Abis itu, mereka ninggalin gue di dalam ruangan musik itu, sendirian. Gue yang orangnya cepet panik, lu tau lah apa yang terjadi.

Gue nangis. Iya, gue nangis. Sekaligus marah.

Gue akhirnya dibukain sama Bowo, dan mereka bertiga malah lari keluar. Gue saat itu udah kesel banget, mata udah berkaca-kaca dan sebagainya. Gue ambil buku-buku gue, dan gue keluar dari ruangan itu.

Karena ruangan itu dialasi karpet, gue harus copot sepatu. Gue pakai sepatu gue lagi, melihat sekeliling dan baru sadar: Tempat minum gue diambil. Gue lari-lari saat itu, ngejar mereka bertiga, dan nyariin tempat minum gue. Gue kejar dari lantai 2, ke lantai 3, abis itu ke lantai 2 lagi. Gue kejar terus-terusan. Sampai suatu ketika si Mika yang bawa tempat minum gue, dia taruh di atas loker gue (kebetulan di sekolah gue itu punya loker sekitar 4x4 pintu, untuk meletakkan tas biasanya).

Gue udah capek ngejar-ngejar mereka, dan gue akhirnya memaksa diri untuk bergegas ke Aula lantai 4, tempat ekskul Taekwondo saat itu. Dan tiba-tiba, BAM. Si Doni menutup loker besi gue dengan keras. Serasa dibanting.

Dan mulai titik itu, gue benci sama Doni.

Seiring berjalannya waktu, gue satu sekolah sama Doni, sementara Mika dan Bowo udah gak satu sekolah lagi. Kita satu SMP, dan untungnya kita gak pernah sekelas.

Saat itu dia ngetren banget di ekskul sinematografinya. Sering juara juga lagi. Gue jadi iri.

Suatu waktu, gue dapet tugas untuk bikin film. Temanya apa aja. Akhirnya gue bikin satu film. Kalian bisa liat di postingan ini.

Film ini mendapat feedback baik dari Doni dan teman-temannya. Teman-teman di kelas juga tertawa menonton film ini. Gue senang.

Waktu itu, pembina ekskul sinematografi, guru gue juga, udah nonton film itu. Katanya udah lumayan lah. Nah, gue pun memutuskan untuk masuk ekskul sinematografi itu.

Tapi apa yang terjadi? Di pertemuan pertama, disana gue hanya sebagai hiasan dan gue gak diajak ngobrol sama sekali, bahkan gak ada yang ngeliatin gue.

Akhirnya gue keluar dari pertemuan itu. Dan semenjak itulah, gue bertekad untuk bikin ekskul film gue sendiri.

Gue pun membangun Vegas HD Films, tim gue bersama teman-teman gue untuk bersama membuat film. Gue mulai menekuni dunia film, dan fokus disana. Dengan tujuan apa? Awalnya, untuk membalas dendan terhadap Doni.

Seiring berjalannya waktu, gue udah bisa memaklumi, dan gue merubah tujuan gue untuk bisa berkarya, dan berkarya. Bukan untuk balas dendam. Dan, gue pun bertekad untuk membuat sebuah film, yang ditonton hampir 10 juta orang di Indonesia dan mancanegara, serta gue bakalan punya Production House gue sendiri, yang menampung ide-ide super keren para filmmakers yang butuh bimbingan.

Gue pengen, one day, gue bakalan berdiri di depan banyak orang, di sebuah bioskop, untuk menjelaskan kepada mereka semua film apa ini.

Tapi target utama saat ini: Membuat film panjang, dan memasukkannya ke dalam bioskop.

Dan usaha gue untuk mencapai itu semua? Masih berjalan sampai saat ini.

Kalian ada ide untuk film? Atau kalian justru sama halnya dengan gue? Komentar yuk di bawah.

As I was saying, ini film gue. Kalau lo?

Komentar

  1. Ajak gue bang ajak guee... hahahaha
    hidup gue sehari-hari nonton film terus, super boros bolak-balik bioskop :D gue juga berharap suatu hari nanti terlibat dalam dunia perfilman demi memajukan perfilman indonesia. Hahaha..
    Kalau ide cerita sering muncul di otak gue bang, gak sekilas. Jadi kalau lagi naik bis gitu gue bikin film di otak gue sendiri, dari awal cerita-konflik-sampai tamat. Hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren dong kaya gitu! Kenapa gak bikin film aja? Pasti jadi lebih keren deh :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Meracik Teh Ala Gue Itu

10 Oktober 2024, Aku Patah Hati.

How things work.