Disaat Senioritas Berubah Menjadi Junioritas

Illustrasi
Dari pagi sampai sore gue pergi bareng keluarga, nengok sodaranya bokap yang abis melahirkan. Bayinya imut cekaliii~ Jadi pengen gue makan deh (?)

Back to our main topic, pas pulang dari pepergian itu, gue menunaikan "tugas suci" yang diakibatkan oleh "bayi-bayi lele kuning" yang ingin keluar. Gue pun mengambil satu novel karya Raditya Dika (nama disamarkan) dan duduk. Gue pun membaca satu bab yang menceritakan tentang junioritas sang penulis saat menjadi siswa kelas 1 SMA di SMAN70 (nama disamarkan.. ..lagi).

In that time, gue pun ketawa sampai "lele kuning" yang udah keluar ikut ketawa.

Dan disaat itu pula, gue jadi inget pas ada junioritas pas gue kelas 1 SMP.

Hari pertama masuk SMP, gue ngerasa asing, walaupun SMP ini bersebelahan di SD gue dulu. Gue banyak melihat teman-teman lama, sampai upacara pun dimulai. Gue melihat kakak ketua OSIS (dan kebetulan cewek) kelas 9 sedang berpidato tentang sesuatu-yang-gak-gue-denger di depan anak-anak baru.


Gue masuk ke dalam kelompok. Dan disana gue bergaul dengan beberapa teman baru. Di kelompok itu ada satu kakak kelas (OSIS) yang jadi pembina. Kakak kelasnya kalo kata anak ABG Labil sekarang tuh... G4l4K aB1e3zzz,,...

Hidup gue disaat itu biasa2 aja sampai saat siang hari. Gue berkumpul dengan kelompok gue untuk berlatih yel-yel, dan gue membentak (mungkin tepatnya, teriak) temen-temen gue supaya serius. Dan disaat itu juga, salah satu kakak OSIS (cewek) yang jadi pembina kelompok gue, nangis. Iya, nangis. Sekali lagi ah~

Nangis.

Gue bengong. Kakak kelas masih nangis. Temen-temennya bingung.

Temennya mendatanginya dan bertanya, "Kenapa lo? Kok nangis?"
Dia gak jawab. Teteeuup aja nangis.
Temennya nanya lagi "Siapa yang bikin lo nangis? Cup cup cup.."

Dia nunjuk gue.

Mati lah gue.

Gue udah melakukan yang namanya Junioritas. Keren juga ya.. Awalnya gue pengen ngomong "Haha! Mampus lo!! Gue bisa kan lebih galak dari lo?! Haha!! Cengeng!!", tapi niat itu gue urungkan. Takut dikencingin sama kakak kelas. Mending kalo kakak kelas cewek. Kalo cowok? Nanti... Ah, sudahlah.

Gue pun tertawa di dalam kamar mandi sampai-sampai lele kuning di dalam kakus pun menumpuk. Gue langsung "bersih-bersih" (baca: cebok), dan langsung ke depan blackberry gue untuk menulis cerita ini.

Pesan: Jangan takut kalau kalian melakukan Junioritas. Kalian nggak akan dikencingin sama kakak kelas.
Bye folks, and good night!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Meracik Teh Ala Gue Itu

10 Oktober 2024, Aku Patah Hati.

How things work.